Tampilkan postingan dengan label Encyclopedia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Encyclopedia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 November 2014



Tips & Trik Bersepeda

TIPS PEDALING
Sumber : thinksbike.com

Mekanika mengayuh (pedaling) seringkali diabaikan oleh pesepeda. Perlu diketahui bahwa untuk mendapatkan manfaat bersepeda yang efisien pedaling tidak hanya sekedar mengayuh. Jika Anda ingin kayuhan sepeda Anda efisiens, Anda perlu untuk memastikan bahwa kaki dan tubuh Anda turut menjadi penentu efisiensi pedaling dan efisiensi bersepeda secara keseluruhan.

Penempatan Kaki
Bagaimana kaki Anda ditempatkan pada pedal berpengaruh power stressing dan efisiensi bersepeda. Menggunakan jari-jari kaki untuk mendorong pedal dapat menekankan kaki tendon Anda. Fokus pada menempatkan sendi pertemuan antara jari kaki dan telapak tepat di atas poros pedal. Sepatu bersepeda dapat membantu Anda mencapai hal ini, terutama sepatu bersepeda dengan klip pedal dan mengunci kaki Anda di posisi stasioner.

Melatih dengan Gear Tetap (Fixed Gear)
Cobalah untuk melatih pedaling ini dengan mengendarai sepeda fixed gear (fixie) untuk membiasakan–tidak seperti sepeda multigear, dimana kayuhan bisa saja berhenti/berjeda sepanjang sepeda melaju—. Pada sepeda fixe gear, pedal selalu akan bergerak mengikuti gerak sepeda, dan hal ini akan memaksa Anda untuk menjaga kontak dengan pedal. Hal ini akan membantu Anda memperkuat kayuhan dan membantu Anda mengembangkan keterampilan mengayuh yang lebih kuat.

Fokus pada Kayuhan ‘tekan dan tarik’
Pedal berputar pada poros saat sepeda melaju. Trik untuk menambah efisiensi pedaling adalah tidak hanya mengayuh dengan ‘menekan’ (downstroke) pedal ke bawah yang dilakukan oleh salah satu kaki secara bergantian. Coba ‘tambahkan’ sedikit sudut pada kontak antara kaki dengan permukaan pedal, dimana hal ini dilakukan pada bagian kaki yang mendapat giliran ‘ditarik naik’. Ini menciptakan kesempatan untuk membantu dalam rotasi pedal dengan membantu tarik pedal melalui yang upstroke. Kunci untuk ini adalah menjaga kaki Anda terhubung ke pedal dan melihat gerakan kaki sebagai siklus melingkar. Ini akan meningkatkan efisiensi pedaling.

Sesuaikan Posisi dan Ketinggian Sadel
Jika Anda mengalami rasa sakit di lutut setelah sekian waktu bersepeda, hal ini bisa saja disebabkan posisi sadel terlalu jauh ke depan, membuat sudut lancip sudut di lutut Anda yang juga meningkatkan tekanan pada sendi. Untuk itu, Anda perlu menyesuaikan posisi sadel, bagaimana Anda duduk di sadel. Jika Anda duduk terlalu jauh ke depan, Anda dapat menggunakan kunci pas untuk menggeser sadel agak sedikit ke belakang. Ini akan mengurangi ketegangan lutut dan membuat mengayuh lebih nyaman dan efisien.



TIPS & TRIK BERSEPEDA DI TANJAKAN
Sumber: zonasepeda.com


Bersepeda menanjak seringkali dihindari oleh sebagian cyclist. Padahal, ketakutan bersepeda menanjak justru akan membatasi manfaat dari tantangan latihan ini. Manfaat menanjak bersepeda termasuk peningkatan ketahanan otot, kekuatan otot, peningkatan leg power, lebih fokus mental dan peningkatan koordinasi.

Meskipun bersepeda mendaki mungkin sedikit menakutkan, ketika Anda memecahnya menjadi kayuhan-kayuhan yang dikelola dengan baik dan logis, Anda akan dengan mudah menaklukan tanjakan (tantangan) itu pertama dan banyak lagi.


Persipan fisik yang matang dan kondisi sepeda yang fit tentunya menjadi hal pokok ketika kita bersepeda dimedan atau trek apapun baik flat trek (mendatar), descent (turunan) dan Climb (tanjakan).


Beberapa teknik dasar bersepeda menanjak seperti ; penyesuaian suspensi, teknik shifting (gigi transmisi), posisi ketinggian seatpost dan posi badan sangat menentukan kenyamanan kita ketika melibas tanjakan.


Penyesuaian Suspensi :
Tips ini untuk para rider MTB terutama cross country (XC) baik untuk medan aspal maupun offroad ringan. Ketika menghadapi tanjakan usahakan kunci (lock) suspensi depan anda agar tidak bekerja naik – turun.
Tips ini dengan tujuan ketika menanjak dan anda berdiri diatas sadel (sadle) untuk melakukan kayuhan pedal yang kuat, energi dan tenaga anda tidak terbuang percuma karena suspensi depan yang naik turun.
Suspensi yang static membuat energi ketika kita mengayuh sepeda dengan berdiri benar-benar tersalurkan secara menyeluruh pada crank.

Untuk sepeda MTB yang tidak mempunyai sistem lock, sebaiknya rider tidak dalam posisi berdiri ketika mengayuh pada tanjakan.
Untuk roadbiker penyesuaian suspensi tidak perlu karena fork depan sepeda balap sudah static.

Teknik Shifting
Tips ini berlaku untuk rider MTB maupun Roadbiker, shifting atau yang lebih dikenal dengan pemindahan gigi transmisi tentunya sudah akrab bagi anda penggemar olah raga sepeda. Shifter biasnya terletak pada handle bar (stang kemudi) sepeda kita. Shifter adalah perangkat yang terhubung dengan FD (front deraileur) dan RD (rear derailleur), FD dan RD inilah yang bertugas memidahkan gigi (chainrings) baik depan maupun belakang.
Shifting yang benar pada saat tanjakan tentunya akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi rider.

Untuk rider yang mempunyai power (tenaga) dan otot kaki yang kuat, tidak menjadi masalah menggunakan Chainring (gir) depan paling besar dan gir belakang paling kecil,  karena shifting dengan model ini akan memberikan akselari maksimum pada saat kita menganyuh sepeda.

Untuk rider pemula shifting dengan menggunakan chainring (gir) depan paling kecil  dan belakang paling besar, memberikan kenyamanan ketika mengayuh pedal. Konsekuensi teknik shifting seperti ini, sepeda berjalan pelan. Tips untuk teknik ini usakan untuk tidak berdiri diatas sadel akan tetapi percepat putaran kayuhan pedal rider.

Dengan berlatih dan kebiasaan bersepeda, kita akan menemukan sendiri kemampuan otot kaki kita ketika menghadapi medan tanjakan, semakin sering bersepeda dan berlatih ditanjakan rider dapat mengukur shifting pada gir berapa yang tepat untuk menghadapi climb trek.

Posisi ketinggian Seatpost dan Sadel (sadle)
Seatpost (dudukan sadel) tentunya tidak terpisahkan dengan sadel (tempat duduk rider). Energi dan tenaga rider ketika melewati trek menanjak (climb) banyak terkuras. Tips untuk pengaturan seatpost ketika melewati tanjakan adalah usakan seatpost pada posisi maksimum kayuhan rider.

Ukur panjang kaki rider dengan meteran dengan tujuan memperoleh hasil yang akurat, tarik meteran dari telapak kaki hingga pangkal selangka. Kemudian ukur panjang Crank leght (lengan crank), misal panjang kaki 75cm dan crank lengt 25cm total adalah 95cm.
Tarik keatas meteran dari poros BB (Buttom Bracket) hingga sadle, sesuaikan ketinggian sadle dengan ukuran yang sudah anda peroleh. Ukuran tersebut merupakan titik maksimum ketika kaki kita mengayuh sepeda.

Jika terasa kurang nyaman kurangi ketinggian seatpost, tetap diingat bahwa posisi kaki haruslah hampir lurus ketika anda naik diatas sadle dan telapak kaki dipedal arah pedal jam enam (180 derajat).
Tips pengaturan ketinggian seatpost tersebut bertujuan agar energi dan tenaga rider ketika menganyuh diatas sadle tidak terbuang percuma.

Posisi Rider (Berdiri dan Duduk)
Standing Up (berdiri)
Kelebihan :
- Otot kaki bekerja maksimal dan menyeluruh, tekanan tidak hanya pada satu otot.
- Diperlukan power yang besar, sehingga akselerasi pada saat tanjakan menjadi lebih mudah.
Kekurangan :
- Rider menggunakan lebih banyak energi, karena kaki menopang berat tubuh secara keseluruhan.
- Posisi berdiri ketika menanjak mengakibatkan rider tidak bisa berjalan pelan karena cenderung melakukan akselerasi cepat.

Sitting Down (Duduk)
Kelebihan :
- Posisi rider duduk diatas sadel tentunya membuat badan terasa lebih rileks (santai), karena energy tidak terkuras berlebih.
- Beban tubuh bertumpu pada sepeda bukan pada kaki, otomatis energy yang anda punya lebih hemat.
- Rider dapat mengatur ritme bersepeda, baik untuk akselerasi cepat maupun perlahan.
Kekurangan :
- Rider dapat merasakan sakit yang berulang-ulang pada satu otot ketika trek tanjakan.

Pada dasarnya posisi duduk ketika bersepeda di medan tanjakan lebih baik dibandingkan ketika kita berdiri, energi yang kita keluarkan lebih sedikit dibandingkan posisi berdiri (standing-up).

Ketika rider melewati tanjakan yang tinggi, rider dapat mengkombinasikan 2 metode tersebut.
Posisi berdiri yang singkat ketika tanjakan tajam dapat menaikan ritme kayuhan sepeda kita.
Fokuskan posisi berdiri kita ketika mengayuh pada putaran crank, tips ini dapat menjaga tubuh tetap santai.

Kondisi sepeda yang prima juga sangat menentukan kesukseskan kita ketika melibas trek tanjakan. Berikan pelumas pada bagian pedal dan crankset.

Untuk roadbiker posiskan lengan tangan pada handle bar bagian atas dan usahankan lengan tangan tetap pada posisi santai.

Bar End
Untuk rider MTB dan Roadbiker yang menggunakan flat bar, anda dapat menambah aksesoris pada handle bar berupa Tanduk (Bar End). Fungsi Bar End lebih untuk kenyamanan rider ketika menanjak.



TIPS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SPRINT
Sumber: zonasepeda.com

Jika Anda ingin unggul dalam bidang ini (sprint), berlatih, berlatih, berlatih adalah kunci utama. Namun, ingat bahwa teknik yang baik dipelajari ketika tubuh pada posisi 100% fit, bukan ketika anda sedang Fatique (kelelahan).

Berikut beberapa tips untuk meningkatkan kemampuan Sprint :

Hill sprints 
Berlatih ditanjakan, bertujuan untuk melatih melawan Gradien. Latihlah kamampuan tersebut 20-40 detik dan terus meningkat. Latihan tersebut ini idealnya dilakukan dalam gigi (Chainring) yang besar.
Tentukan lokasi trek rolling (turunan-tanjakan) yang cepat, Latih kemampuan Hill Sprint dilokasi tersebut turun dengan cepat dan naik dengan cepat.
Tingkatkan kemampuan Hill Sprint dengan rolling yang panjang.

Jumps Sprint:
Dapat dilakukan sendiri atau dengan patner anda, atur kecepatan tiap 10 detik. Sprint pertama dengan kecepatan normal, lanjutkan dengan recovery (pemulihan), 10 detik selanjutkan sprint kembali dengan kecepatan lebih tinggi. Lakukan berulang-dua atau tiga kali dengan total sprint 5 menit dan recovery 5 menit.

Go long:
Hampir sama dengan Jumps Sprint, akan tetapi dengan trek lebih panjang dan interval lebih lama. Anda dapat menggunakan Tiang listrik sepanjang jalan sebagai patokan interval sprint dan recovery. Usahakan speed terus meningkat, jika sudah mulai menurun segera hentikan latihan dan coba istirahat sejenak.

Play racing:
Practice make perfect, setelah melakukan beberada basic sprint saatnya simulasi pada rute jarak jauh. Selain meningkatkan endurance anda, latihan sprint dengan kecepatan yang sudah diatur dapat terus meningkatkan performa sprint rider. Dapat dimulai dengan 30mph dan terus meningkat. Atur strategi interval recovery (pemulihan) untuk melakukan sprint selanjutnya. Sesi latihan seperti ini juga berguna untuk mengembangkan taktik tim dan menemukan pembalap yang layak menjadi sprinter tim anda.

Kinerja tubuh ketika sprint:
Pada umumnya, sprint hanya dilakukan hanya beberapa detik maksimal adalah 30 detik. Untuk detik pertama atau kedua dari sprint, Anda akan menggunakan energi tinggi dan senyawa-unit dasar energi dalam tubuh-ATP (Adenosin trifosfat). Setelah itu, disimpan ATP habis.
Energi memuncak pada 10 detik pertama, tubuh anda beralih ke senyawa lain yaitu kreatin fosfat (CP), untuk menghasilkan lebih banyak ATP. Semua ini dilakukan tanpa membutuhkan oksigen (anaerobik).
Selama 10 detik melakukan sprint, ATP yang dihasilkan memecah karbohidrat – sebuah proses yang disebut glikolisis (proses piruvat).

Fisiologi sprint tidak serumit meningkatkan kemampuan endurance anda. Rider menggunakan energi yang tersimpan dalam tubuh secara keseluruhan dan setelah itu hilang dan cukup banyak yang hilang. Ketika anda melakukan sprint memasuki last kilometer ataupun dalam trek velodrome, tidak mungkin anda minum atau bahkan memakan gel penambah energi.
Karena makanan dan minuman tersebut tidak diproses seketika oleh tubuh anda. Berlatih dengan giat dan mengasah teknik sprint adalah modal utama meningkatkan kemampuan Sprint Anda.
[Dr Garry Palmer, Cycling Plus]


TIPS PEMULIHAN (RECOVERY) SETELAH BERSEPEDA JARAK JAUH
Sumber: zonasepeda.com

Touring, banyak dari penggemar olah raga sepeda sangat menyukai tipe riding ini. Bersepeda dalam jarak jauh dengan rute yang sudah di tentukan tentulah sangat menyenangkan. Selain berlatih meningkatkan endurance (ketahanan), rider juga dapat melatih berbagai macam teknik bersepeda.

Bersepeda dalam jarak yang cukup jauh tentunya banyak menghabiskan energi, kelelahan (fatique) yang panjang tentunya dapat membuat kondisi tubuh menjadi drop, yang kita butuhkan adalah recovery (pemulihan) yang cepat untuk kembali mendapatkan kondisi 100% fit.

Istirahat, latihan recovery yang cukup dan nutrisi yang tepat bagi tubuh sangat menunjang sukses dan tidaknya proses pemulihan kembali kondisi fisik. Berikut tips Pemulihan (recovery) setelah ridding yang melelahkan :

A. Latihan Fisik
1. Setelah melakukan istirahat yang cukup misal 1-2 hari setelah perjalanan jauh, kembalilah bersepeda dengan pemanasan kurang lebih 20 menit dengan kecepatan yang ringan (easy riding). Naikan intensitas 18 atau 19 menit untuk mulai mengatur pernafasan.
2. Rencanakan rute atau jalur yang sesuai untuk recovery, rute flat dan tanjakan-turun yang ringan (sweet spot) sangat cocok untuk proses recovery. Shifting ke chainring besar dan pilih sproket medium (tengah).
3. Cobalah untuk berdiri sesat diatas sadel dan mulailah sprint. Cobalah untuk menghitung pedal stroke, cukup 25 kali pada tiap kali anda sprint. Atur jeda waktu tiap kali anda melakukan sprint, jaga ritme kecepatan anda. 6 kali sprint sudah sangat cukup untuk recovery. Latihan tersebut dapat membatu kita melemaskan otot-otot kaki yang tegang.
4. Setelah 6 kali sprint, luangkan waktu untuk menempuh rute turun yang ringan dan flat cukup 20 hingga 30 menit. Jika anda menggunakan power meter latihan yang anda lakukan diterjemahkan sebagai berikut :
88 t- 94 % adalah Functional Threshold Power (FTP) , 80 to 90 percent of maximal heart rate – upper zone three and lower zone four.
Hasil tersebut normatif pada tiap-tiap rider.
5. Bersepeda pada rute ringan (sweet spot) sangat membantu suksesnya proses recovery. Setelah proses recovery usai, usahakan untuk latihan pendinginan dengan easy riding kurang lebih 10 menit.

B. Konsumsi Suplemen Vitamain dan Nutrisi
Jika dirasa latihan fisik sudah membuat tubuh menjadi fit, mungkin opsi menggunakan vitamin dapat dikesampingkan.
Cobalah mengkonsumsi multivitamin dan mineral dengan antioksidan, tentunya diimbangi degan nutrisi yang berkualitas, diantaranya ;
1. Glutamin
Glutamine merupakan asam amino yang dapat dibuat dalam tubuh, Glutamine banyak beredar didalam darah dan disimpan di otot rangka. Glutamine berperan penting dalam pembentukan protein tubuh, fungsi sistem kekebalan tubuh, dan sebagai bahan bakar cadangan bagi otak.
Penipisan zat tersebut membuat tubuh rentan terhadap infeksi dan kelelahan. Glutamina dijadikan suplemen banyak atlet, untuk mengganti kelelahan otot dengan segera, akibat latihan yang berat.
2. Magnesium
elektrolit dan komponen penting lebih dari 300 reaksi enzim dalam tubuh. Tingkat rendah dapat berkontribusi kelelahan dan nyeri otot. Tersedia dalam bentuk bubuk atau kapsul.
3. Omega 3
Omega 3 menghasilkan anti-peradangan, jadi cobalah mengambil 1 sendok teh minyak ikan kualitas tinggi.

Bersepeda....Jangan jadikan alasan KELELAHAN membuat anda menyerah untuk touring jarak jauh, recovery yang tepat dan benar membuat fisik dan endurance (ketahanan) anda meningkat.





Saturday, March 30th 2013. Posted in blog
Frame sepeda merupakan jantung dari sepeda itu sendiri, dan disarankan ukuran dari frame sepeda haruslah sesuai postur tubuh pe-sepeda. Frame Sepeda Yang Tepat  mempunyai ukuran yang berimbang dengan pengguna sepeda akan memberikan keseimbangan akan tinggi dan panjang sepeda, juga respon dan kenyamanan bersepeda. Di pasaran beredar bermacam variasi frame sepeda dari berbagai merk dagang dengan harga yang variatif pula, dan penguna sepeda mempunyai keuntungan untuk memilih mana frame yang pas untuk dirinya dan pas dikantong harganya. Dan sebelum pe-sepeda memilih Frame Sepeda Yang Tepat, ada baiknya kita mempelajari dulu jenis dan ukuran dari frame sepeda tersebut.
frame sepeda 150x150 Cara Memilih Frame Sepeda Yang Tepat

 Jenis – Jenis  Frame Sepeda
1. Besi. Dengan berkembangnya teknologi besi sudah ditinggalkan sebagai bahan dasar frame sepeda karna harganya yang mahal, berat dan cepat korosi.
2. Baja. Unggul dalam kekuatan tak membuat baja menjadi bahan favorit sebagai bahan dasar frame sepeda meskipun materialnya lebih kuat dari besi, berat dan rentan akan korosilah penyebabnya mengapa sekarang baja tidak terlalu diminati lagi.
3. Alumunium. Lebih ringan dari baja walaupun demikian kekuatannya menyamai besi dan baja, juga tahan karat disamping harganya murah membuat alumunium diminati sebagai bahan Frame Sepeda Yang Tepat di pasaran. Namun demikian alumunium juga memiliki kelemahan dimana saat pemakaian diatas 5 tahun kekakuan dan presisinya mulai berkurang, akibatnya jika rusak akan sulit di perbaiki.
4. Titanium. Tingkat kepadatan dan ketahanan titanium sama dengan baja tapi lebih ringan dan tahan korosi. Memilih titanium sebagai bahan dasar Frame Sepeda Yang Tepat tidaklah salah tapi pe-sepeda juga harus mengetahui bahwa kelemahannya adalah dari segi harganya yang mahal dan tingkat kekakuan yang hanya mencapai setengah dari tingkat kekakuan baja, serta kesulitan yang cukup tinggi dalam memperbaikinya jika terjadi kerusakan.
5. Serat Karbon. Berasal dari benang karbon yang dicampur dengan epoxy resin membuat serat karbon mempunyai kelenturan dan kekuatan yang bisa disesuaikan kebutuhan pengguna, tidak beresiko korosi, bahan yang ringan dan harga yang tidak terlalu mahal bisa menjadi faktor penentu pe-sepeda untuk memilih serat karbon sebagai bahan dasar Frame Sepeda Yang Tepat. Akan tetapi patut diketahui juga kelemahan dari serat karbon yang rentan akan panas  tinggi dan tidak tahan api.

Ukuran Frame Sepeda
Penentu kenyamanan dan efisiensi bersepeda terletak dari ukuran frame sepedanya, bukan pada kecangihan teknologi ataupun harganya yang mahal. Untuk mendapatkan ukuran Frame Sepeda Yang Tepat secara umum didapatkan dari menghitung tinggi badan dan panjang kaki pe-sepeda, untuk pajang kaki di ukur dari pangkal paha sampai ujung kaki tanpa alas.
Sederhananya, ketika pe-sepeda berdiri dengan dua kaki tanpa alas menjepit frame sepeda (stand over height) sisakan ruang beberapa centimeter antara top tube/ bagian atas frame dengan panggal paha. Kemudian perhatikan jarak antara sadel dan stang (cockpit length), pastikan cukup ruang gerak untuk lutut dan siku dalam posisi mengayuh pedal. Pastikan pergerakan tungkai kaki (leg extention) ketika mengayuh pedal tidak terlalu tertekuk ataupun terlalu merenggang karna akan mengakibatkan cidera otot kaki dan ilangnya efisiensi bersepeda.
Lebih jauh jangan pernah ragu bertanya pada penjual atau ahlinya sepeda tentang ukuran Frame Sepeda Yang Tepat buat pe-sepeda gunakan. Dan untuk memudahkan memilih, berikut ada beberapa tingkat ukuran frame sepeda yang beredar di pasaran:
1. XXS – sangat kecil sekali. Dengan ukuran tinggi badan antara 148 sampai 152 cm maka ukuran frame sepedanya adalah 47-48 cm.
2. XS – sangat kecil. Dengan ukuran tinggi badan antara 152 sampai 160 cm maka ukuran frame sepedanya adalah 49-50 cm.
3. S – kecil. Dengan ukuran tinggi badan antara 160 sampai 168 cm maka ukuran frame sepedanya adalah 51-53 cm.
4. M – sedang. Dengan ukuran tinggi badan antara 168 sampai 175 cm maka ukuran frame sepedanya adalah 54-55 cm.
5. L – besar. Dengan ukuran tinggi badan antara 175 sampai 183 cm maka ukuran frame sepedanya adalah 56-58 cm.
6. XL – sangat besar. Dengan ukuran tinggi badan antara 183 sampai 191 cm maka ukuran frame sepedanya adalah 58-60 cm.
7. XXL – sangat besar sekali. Dengan ukuran tinggi badan antara 191 sampai 198 cm maka ukuran frame sepedanya adalah 61-63cm


Mengenal Bahan Frame Sepeda

Tulisan ini dihadirkan agar pada saat membeli sepeda pertama kali bisa memperhatikan kualitas dari frame itu sendiri agar tidak terjadi kesalahan fungsi dalam penggunaannya selain itu diharapkan ketika mengetahui dari jenis bahan apa frame sepeda yang kita gunakan diharapkan perawatan yang dilakukan sudah sesuai dengan kondisi frame itu sendiri.

Adapun bahan untuk frame sepeda itu diantaranya :





Hi-ten steel

Harganya paling murah, biasanya banyak digunakan untuk sepeda umum dan sport amatir. Gampang di dapat, tapi bisa berkarat dan sambungan lasnya kecil kecil.

Aluminium

Harga bahan ini terbilang agak murah dan sangat umum digunakan pada sepeda sport biasa dan profesional. Ringan dan anti karat tapi sambungannya cukup besar ini dikarenakan ketebalannya alumunium 1/3 dari hi ten steel dan 1/3 lebih ringan serta umumnya tubing framenya selalu dibuat besar besar. Warna dasarnya silver abu abu.

Scandium

Harganya tergolong lumayan. bobotnya hampir sama dengan aluminium warna aslinya adalah silver abu abu. ringan dan lebih kuat dibanding carbon.Tidak berkarat.

Carbon

Harga termasuk mahal karena proses pembuatannya cukup rumit, terbuat dari serat karbon yang dipadatkan dan dibentuk. warnanya hitam abu abu serta nampak serat karbonnya seperti anyaman. sambungannya tidak ada kerena di cetak. Sangat ringan dan lentur sehingga tidak menghambat genjotan berat dan cepat. Kekurangan dari bahan ini adalah gampang retak dan pecah jika kena benturan keras serta ada jangka waktunya.

Titanium

Harganya termasuk yang paling mahal karena bahannya cukup langka, ringan dan sangat kuat, warna abu-abu, tidak berkarat dan sambungan lasnya halus. Kekuatannya sama dengan hi ten steel tetapi bobotnya 1/2 kali lebih ringan begitu juga dengan ketebalannya hanya 1/2 dari besi.






Mengenal Jenis & Klarifikasi Sepeda


Klasifikasi Sepeda
Bersepeda merupakan salah satu olahraga yang menyenangkan. Namun untuk olahraga yang satu ini kita harus memilih spesifikasi dari berbagai jenis sepeda yang akan kita gunakan, karena itu yang akan menentukan permainan sepeda apa yang akan kita lakukan. Sepeda sendiri ada berbagai ragam mulai dari sepeda BMX untuk freestyle maupun untuk Downhill dan Roadbike yang lebih dikenal ‘sepeda Balap’ ataupun Mountain Bike (MTB) yang sering disebut ‘Sepeda Gunung’.
Type sepeda dibagi menjadi dua type yaitu on road & off road:
  1. On road atau road bike, trek yang ditempuh biasanya di jalan – jalan dalam kota.
  2. Off road atau extreme bike, trek yang digunakan adalah pada medan jalan tanah dan bergunung. Karena medan yang dilalui relatif lebih sulit, tak heran jenis sepeda ini lebih lengkap. Berdasarkan suspensi atau peredam kejut, design sepeda dapat dikategorikan menjadi empat jenis:
  • Fully Rigid : Jenis ini memiliki rangka yang kaku, tanpa ada suspensi baik depan maupun belakang.
  • Softtail : Frame-nya menggunakan suspensi yang disebut dengan “elastomer“, fungsinya adalah untuk menggerakkan frame melewati medan yang tidak rata.
  • Hardtail : Jenis ini memiliki bagian depan yang bersuspensi, sedangkan frame dengan bagian chain stay kaku tanpa ada suspensi. Tipe hard tail biasanya dipakai di medan yang bervariasi. Tipe hard tail sendiri bisa dicirikan dari adanya satu shockbreaker di garpu depan. Kalau tipe ini lebih cepat mendapatkan momentum ketika digenjot sehingga untuk mendapat kecepatan maksimum jadi lebih gampang. Tipe ini cocok buat yang senang cross country atau main di daerah pedesaan. Untuk yang suka modifikasi, kita bisa menambah shockbreaker, rem cakram, menambah gir, dan lain-lain.
  • Dual/Full Suspension : Sepeda jenis ini memiliki suspensi untuk bagian garpu depan dan bagian chain stay. Mekanisme kerja peredam kejut di bagian chain stay menggunakan penggerak (Pivot) yang menghubungkan lower dan upper chain stay, sehingga membuat ban belakang dapat naik-turun mengikuti kontur medan yang dilalui. Untuk full suspention biasanya dipakai buat penggemar turunan atau downhill. Hal ini penting karena getaran sepeda saat turun bisa diredam oleh shockbreaker di garpu depan dan belakang sepeda. Sepeda jenis ini biasanya fork (garpu) depannya lebih tinggi ketimbang belakang. Soalnya ketika di turunan, sudut kemiringan sepeda enggak akan terlalu ekstrem. Alhasil sepeda jadi lebih mudah dikontrol.
Mountain bike (MTB) menurut data, lahir tahun 1976 tercipta oleh beberapa kelompok orang California yang awalnya dijuluki clunker atau cruiser di kawasan Marin County. Orang-orang ini sebelumnya ‘gila berat’ dengan sepeda jenis bicycle motor cross (BMX). Mereka jika lomba dengan BMX, gayanya itu khas sekali. Yakni, lompat-lompat di atas balok kayu (log jump), batu dan sebagainya.
Tapi kenapa mereka pindah ke MTB dan menciptakan sepeda jenis itu? Menurut mereka, BMX kurang mampu menempuh jarak jauh sambil mendaki atau pun menuruni bukit. Selain itu, frame geometrical-nya (kerangka) amat beda sehingga teknis pengendaliannya juga berbeda. Pada log jump, MTB tak mampu melakukan manuver seperti itu tapi BMX begitu mudah dan tangkas.
Macam-macam jenis MTB berdasarkan cara mengendarai dan jenis medan yg ditempuhnya, yaitu:
  • Cross country (XC). Dirancang untuk lintas alam ringan hingga sedang. Didesain agar efisien dan optimal pada saat mengayuh dan menanjak di jalan aspal hingga jalan tanah pedesaan. Sepeda jenis ini dapat digunakan untk melibas segala jenis trek yang bervariasi seperti tanjakan, turunan, aspal maupun kubangan lumpur. Namun, sepeda ini memang tidak dirancang untuk turunan yang sulit, khusus untuk turunan yang sulit lebih pas kalo kita gunakan sepeda jenis Downhill (DH). Sepeda jenis ini biasanya menggunakan bahan logam yang ringan. Di Indonesia banyak dipertandingkan kelas cross country dan downhill. Karena dilihat dari jumlah peminat dan penggemar sepeda lintas alam yang jauh lebih banyak serta dari segi risiko dan biaya perlengkapan yang jauh lebih rendah.
  • Enduro / All mountain (AM). Dirancang untuk lintas alam berat seperti naik turun bukit, masuk hutan, melintasi medan berbatu, dan menjelajah medan offroad jarak jauh. Keunggulan all mountain ada pada ketahanan dan kenyamanannya untuk dikendarai. Hampir semua sepeda AM bertipe full-suspension. Sepeda ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan jenis XC, perbedaan utamanya adalah pada bobot. Sepeda AM lebih berat dibandingkan dengan XC. Bobot yang lebih berat ini dimaksudkan untuk mengantisipasi medan yang lebih ekstrim dan ukuran rangka biasanya lebih besar dari XC.
  • Freeride (FR). Dirancang untuk mampu bertahan menghadapi drop off (lompatan) tinggi dan kondisi ekstrim sejenisnya. Bodinya kuat namun tidak secepat dan selincah all mountain karena bobotnya yang lebih berat. Kurang cocok untuk dipakai jarak jauh. Julukan freeride ini mengikuti jenis aliran yang ingin mendobrak keteraturan yang hanya melewati jalur atau medan yang dilewati. Bagi penikmat sepeda ini, freeride adalah “No Way End for My Bike“. Berat sepeda jenis ini bisa lebih berat dari jenis AM dan XC.
  • Downhill (DH). Dirancang agar dapat melaju cepat, aman dan nyaman dalam menuruni bukit dan gunung. Mampu menikung dengan stabil pada kecepatan tinggi dan selalu dilengkapi suspensi belakang untuk meredam benturan yang sering terjadi. Sepeda DH tidak mengutamakan kenyaman mengayuh karena hanya dipakai untuk turun gunung. Sepeda downhill juga lebih mengacu pada lomba, sehingga selain kekuatan, yang menjadi titik tekan dalam perancangannya adalah bagaimana agar dapat melaju dengan cepat. Untuk menuju ke lokasi, para downhiller tidak mengayuh sepeda mereka namun diangkut dengan mobil. Tidak efisien dipergunakan di dalam kota maupun di jalur cross country.Sepeda jenis ini memang dirancang untuk dapat digunakan pada jalur yang penuh dengan turunan. Sepeda jenis ini juga memiliki berat yang lumayan dan biasanya terbuat dari logam yang cukup tebal dan berat (Berat sepeda sangat berguna untuk meluncur mengikuti gravitasi bumi). Ciri yang kasat mata lainnya selain bentuknya yang menyerupai motor trail tanpa mesin, adalah jumlah gear depan dan belakang yang biasanya lebih sedikit. Suspensi depan biasanya memiliki travel berkisar antara 150 mm sampai dengan 200 mm, hal ini dimaksudkan agar getaran yang timbul dapat teredam dengan baik. Sedangkan suspensi belakang menggunakan travel berkisar antara 7 sampai 8 inchi.Biasanya, berjenis full supension bike, yang mempunyai peredam kejut di bagian depan dan belakang. Fungsi kedua peredam kejut itu untuk lebih menjaga kemampuan kontrol, kekuatan menahan beban dan traksinya. Itu sebabnya, daya travel peredam kejut ini mencapai 7 inci. Yang tidak boleh terlewatkan adalah soal sistem pengereman. Melihat risiko dan medan yang dijelajahi, sepeda downhill memakai rem cakram. Di bagian crank, yaitu lengan ayun untuk mengayuh sepeda terpasang pada botom bracket dan di ujung satunya lagi terpasang pedal, punya spesifikasi khusus. Sepeda downhill hanya memiliki satu piringan chainwheel (piringan bergerigi yang berada pada chainset/komponen crank). Sepeda ini tidak bisa dipakai di medan menanjak. Dengan tuntutan spesifikasi yang khusus itu komponen sepeda downhill menjadi mahal. Bila dihitung-hitung, harga satu set sepeda yang siap bisa dipakai bermain, harganya mulai dari Rp 16 juta. Seorang pemain sepeda downhill harus melengkapi dirinya dengan alat-alat keamanan. Karena risiko yang ditimbulkan lebih ekstrem dan berbahaya. Helm full face, pelindung dada dan tulang belakang wajib dikenakan. Kemudian masih ditambah pelindung siku, pergelangan dan tulang kering. Sepatunya juga khusus. Bila sudah siap berlaga, jangan lupa pakai kacamata (google) dan sarung tangan. Biaya pembelian perlengkapan keselamatan juga tidak murah. Helm full face biasanya berkisar Rp 1 juta, body protector komplet (Rp 1 – 2 juta), sepatu (sekitar Rp 500 ribu), kacamata (tak lebih dari Rp 1 juta) dan sarung tangan (sekitar Rp 200 ribu). Nah, sekarang anda bisa memperkirakan biaya yang akan anda keluarkan saat ingin mencoba hobi menarik yang satu ini.
  • Dirtjump (DJ)/ Urban and Street (DJ). Nama lainnya adalah urban MTB. Penggemar jenis ini awalnya adalah anak muda perkotaan yang menggunakan sepeda gunung selain sebagai alat transportasi, ngebut di jalanan kota, juga digunakan untuk melakukan atraksi lompatan tinggi dan ekstrim. Fungsinya mirip BMX namun dengan bentuk yang diperbesar. Umumnya sepeda DJ memiliki frame yang hampir sama dengan jenis sepeda BMX (singkatan dari B=Bicycle M=Moto X=Cross), tetapi memiliki diameter yang lebih besar antara 30% – 40%. Jika BMX memiliki diameter ban 20 inchi, sepeda DJ menggunakan diameter 24″ dan 26″. Jenis sepda DJ ini digunakan untuk dapat melewati segala kontur yang sudah dibuat (biasanya diwilayah perkotaan) seperti trotoar, tangga, tembok dan sebagainya.
  • Trialbike. Trial bike adalah salah satu jenis sepeda yang dikembangkan melalui teknik BMX dan mountain bike.  Jenis sepeda ini terkadang bikin kita bingung karena mirip seperti sepeda street dirtjump, identik dengan frame & fork (garpu) rigid/tanpa suspensi, ukurannya pun sama beragam menggunakan ukuran 20″,24″,dan 26″, padahal secara geometry,rasio gear (gigi) berbeda. Trial bike lebih mengutamakan low speed dan keseimbangan.
Sebenarnya nggak bisa dibikin patokan baku juga, karena kadang antar genre saling bersinggungan, misalnya XC dengan XC trail, XC trail dengan AM. Atau DH dengan FR, FR dengan DJ. Lagipula batasan tiap genre bisa berubah, misalnya sepeda XC fulsusnya KHS itu sekarang travel belakangnya 120 mm, sama dengan sepeda XC trail.
Tapi biar nggak terlalu bingung lihat foto-foto ini saja:Image
TrialBike

Yang Anda Miliki ?

Jumat, 14 November 2014


Sejarah dan Penemu Sepeda
Post in  

informasitips.com – Apakah Anda hobi bersepeda? Sepeda, meskipun tidak secepat motor atau mobil, namun mengendarainya sangat menyenangkan. Apalagi jika dilakukan di pagi hari, saat udara masih belum terlalu panas.
Di sela-sela kesenangan mengendarai sepeda, pernahkah Anda berpikir, seperti apa model sepeda pertama kali diciptakan oleh manusia? Dan, siapa yang pertama kali memiliki ide cemerlang untuk membuat kendaraan roda dua ini? Siapa penemu sepeda pertama kali?

Sejarah Sepeda

Sepeda yang kita kenal sekarang memiliki sejarah yang sangat panjang. Dari bentuk sepeda yang sangat primitif, beroda tiga, hingga kehadiran sepeda dengan berbagai tipe dan model yang kita kenal dewasa ini. Semua tidak lepas dari inovasi dan kreativitas para ahli dari berbagai bidang yang saling melengkapi satu sama lain.
Siapa Penemu Sepeda
Berikut adalah ringkasan singkat tentang sejarah sepeda berdasarkan informasi yang diringkas dari situs www.wikipedia.com:
  • Ensiklopedia Columbia memperkirakan bahwa nenek moyang sepeda berasal dari Perancis. Menurut catatan sejarah, negeri ini sudah mengenal kendaraan roda dua ini semenjak awal abad ke-18. Mereka menyebutnya dengan velocipede.
  • Namun, penemu sepeda yang ditemui dari berbagai sumber dan catatan sejarah bukan dari Perancis. Melainkan berkebangsaan Jerman, yaitu Baron Karls Drais von Sauerbronn. Tahun 1818, seorang kepala pengawas hutan bernama Baron Karls Drais von Sauerbronn dari Jerman menyempurnakan velocipede. Sebagai seorang Kepala Pengawas hutan, ia memang membutuhkan alat transportasi untuk mempermudah mobilitas kerjanya yang tinggi. Model sepeda yang dikembangkannya masih sangat sederhana, gabungan antara model sepeda dan kereta kuda. Sejarah kemudian mencatat nama Baron Karls Drais von Sauerbronn atau dikenal juga dengan Karls Drais sebagai penemu sepeda. Karena ia dianggap sebagai peletak dasar pertama teknologi pembuatan sepeda.
  • Tahun 1839 Kirkpatrick MacMillan seorang pandai besi dari Scotlandia menciptakan pedal besi untuk mengayuh sepeda. Pedal besi ini berfungsi sebagai alat untuk mendorong atau menggerakkan sepeda. Pedal diaktifkan oleh engkol melalui gerakan turun naik kaki dalam mengayuh sepeda. MacMillan kemudian menghubungkan pedal dengan tongkat kemudi atau stang sederhana yang berfungsi penting untuk memandu arah perjalanan sepeda.
  • Tahun 1855 ditemukan pemberat engkol oleh Ernest Michaux seorang pandai besi berkebangsaan Perancis. Pemberat engkol ini bermanfaat untuk menjaga agar gerak sepeda menjadi lebih stabil.
  • Tahun 1965 kembali seorang ahli Prancis lainnya, Pierre Lallement, menambahkan lingkaran besi pada roda –saat ini kita kenal dengan istilah pelek atau velg–. Selain itu, Lallement juga memperkenalkan model sepeda dengan ban belakang lebih kecil dari pada ban depan.
Selanjutnya, perkembangan industri dan model sepeda terus berkembang pesat. Terutama setelah dikenalnya teknologi pembuatan baja berlubang dan penemuan-penemuan lainnya seperti rem, rantai, stang yang bisa digerakkan dan lain-lain.

Baron Karl Drais von Sauerbronn, Si Penemu Sepeda

Dalam berbagai informasi dan catatan sejarah ditemukan nama Baron Karl Drais von Sauerbronn, sebagai penemu sepeda. Siapa sebenarnya Baron Karls Drais von Sauerbronn ini?
Baron Karl Drais von Sauerbronn atau lebih dikenal dengan Karl Drais lahir pada tanggal 29 April 1785 di Karlsruhe, Jerman. Ia berprofesi sebagai Kepala Pengawas Hutan. Untuk menunjang tugasnya sebagai Kepala Pengawas Hutan ia membutuhkan alat transportasi dengan mobilitas tinggi.
Didasari oleh kebutuhan tersebut, Karl Drais kemudian berhasil menciptakan sebuah terobosan yang sangat penting untuk sarana transportasi. Bentuk awal sepeda yang diciptakan pada masa itu adalah sepeda beroda tiga tanpa pedal.
Karls Drais melakukan perjalanan pertamanya pada 12 Juni 1817, dari Mannheim ke Schwetzinger Relaishaus. Perjalanan keduanya dari Gernsbach ke Baden juga dilakukan pada tahun yang sama. Dengan kendaraannya ini Karl Drais dilaporkan mampu melaju lebih cepat. Perjalanan perdana dengan sepeda buatannya ini telah diliput dan dimuat di koran lokal Jerman pada tahun 1817. Karl Drais sendiri memberi nama sepeda ciptaannya ini dengan Draisienne. Popularitas Draisienne tidak berlangsung lama. Karena, setelahnya bermunculan jenis-jenis sepeda baru dengan keunggulannya masing-masing.
Berkat ide dan kreativitasnya ini, Karls Drais dianugerahi gelar duke pada tanggal 12 Januari 1818. Selain itu, Grand Duke Karl Drais juga ditunjuk sebagai profesor Mekanika. Gelar ini merupakan gelar kehormatan yang tidak ada kaitannya dengan universitas atau pun lembaga lain. Ketika pensiun dari layanan sipil, Karl Drais tetap menerima gaji sebagai bentuk imbalan jasanya sebagai penemu sepeda.

Negara asal brand/merk sepeda

Berikut negara asal brand/ urutan merk sepeda.

USA:
GT,
Specialized,
Jamis,
KHS,
Marin,
Trek,
Kona,
Santa Cruz,

VooDoo,
Mongoose,
Cannondale,
Transition,
Yeti

UK :
Cube,
Raleigh

Italy :
Lapierre,
Bianchi

Canada :
Cervelo,
Devinci

Swiss :
Scott,
BMC

Germany :
Ghost,
Rose

Taiwan:
Giant,
Mosso,
Merida,
Element

Indonesia :
Polygon,
Thrill & Adrenaline Agent,
United Bike,
Wim Cycle,
Aleoca,
Evergreen.


Yang Mana kah SEPEDA ANDA?


Info untuk Bikers

Salam,

VKC